Pernah nggak sih kamu lagi scrolling Instagram, lihat temen atau influencer lagi foto di depan Eiffel Tower, atau jalan-jalan di Shibuya Crossing, lalu langsung mikir: “Wah, traveling ke luar negeri kayaknya seru banget, tapi mahal dan ribet ya?”
Kebanyakan orang Indonesia kelas menengah seperti kita memang sering bimbang. Di satu sisi, wisata dalam negeri sudah sangat indah—Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat—semuanya top dunia. Tapi di sisi lain, ada rasa penasaran besar ingin merasakan pengalaman beda: budaya baru, makanan asing, arsitektur unik, bahkan sekedar foto dengan background yang “bikin orang takjub”.
Pertanyaan klasiknya: traveling ke luar negeri lebih worth it daripada liburan domestik? Jawabannya nggak hitam-putih. Tergantung prioritas, budget, waktu, dan apa yang kamu cari dari sebuah perjalanan.
Di artikel ini, aku bakal bongkar habis perbandingan traveling luar negeri vs domestik secara jujur, berdasarkan pengalaman nyata ratusan traveler Indonesia yang aku temui selama 8+ tahun menulis dan ikut trip. Kita akan bahas biaya, pengalaman, kemudahan, hingga kapan sebenarnya worth it traveling abroad. Siap-siap catat, karena di akhir kamu bakal punya gambaran jelas mana yang lebih cocok buatmu tahun 2026 ini.
Berikut daftar isi biar gampang navigasi:
- Apa Itu Traveling ke Luar Negeri vs Wisata Dalam Negeri?
- Biaya Traveling: Luar Negeri Bisa Lebih Murah dari Bayanganmu?
- Pengalaman Budaya yang Benar-Benar Beda Level
- Keindahan Alam: Indonesia Juara, Tapi Luar Negeri Punya Keunikan Lain
- Logistik & Kemudahan: Mana yang Lebih Praktis?
- Dampak Psikologis dan Pengembangan Diri
- Tren Traveling Orang Indonesia 2025–2026
- FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
- Kesimpulan: Pilih Mana yang Lebih Worth It?
Apa Itu Traveling ke Luar Negeri vs Wisata Dalam Negeri?
Sederhananya, traveling ke luar negeri adalah perjalanan ke negara lain, biasanya butuh paspor, visa (atau visa on arrival), tiket pesawat internasional, dan adaptasi dengan budaya serta bahasa baru. Sedangkan wisata dalam negeri adalah liburan di Indonesia sendiri—bisa naik pesawat domestik, mobil, kereta, atau bahkan motor.
Perbedaan utamanya ada di exposure dan biaya awal. Luar negeri biasanya memberikan sensasi “baru” yang lebih tinggi, tapi butuh persiapan lebih matang. Wisata domestik lebih mudah, murah di transportasi lokal, dan minim jetlag.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata, tahun 2024 saja, lebih dari 12 juta perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri (termasuk short trip ke Singapura/Malaysia), sementara wisata domestik mencapai ratusan juta perjalanan. Artinya, mayoritas orang masih pilih lokal, tapi tren traveling orang Indonesia ke luar negeri terus naik tajam sejak pandemi reda.
Biaya Traveling: Luar Negeri Bisa Lebih Murah dari Bayanganmu?
Ini topik yang paling sering bikin orang ragu. Banyak yang mikir, “Ya Tuhan, tiket pesawat + hotel + makan di luar negeri pasti ratusan juta.” Padahal, liburan ke luar negeri murah sekarang sangat mungkin—terutama ke negara Asia Tenggara dan beberapa destinasi Eropa Timur.
Berikut perbandingan realistis untuk trip 5–7 hari (untuk 2 orang, kelas menengah):
| Kategori | Wisata Domestik (Labuan Bajo/Raja Ampat) | Traveling ke Luar Negeri (Vietnam/Hanoi + Halong Bay) | Traveling ke Luar Negeri (Jepang/Tokyo 5 hari) |
|---|---|---|---|
| Tiket PP | Rp 3–5 juta | Rp 2,5–4 juta | Rp 7–12 juta |
| Akomodasi (3–4★) | Rp 4–7 juta | Rp 3–5 juta | Rp 8–12 juta |
| Makan & Transport Lokal | Rp 2–4 juta | Rp 2–3 juta | Rp 5–8 juta |
| Aktivitas & Tiket | Rp 2–5 juta | Rp 2–4 juta | Rp 4–7 juta |
| Total | Rp 11–21 juta | Rp 9,5–16 juta | Rp 24–39 juta |
Dari tabel di atas, terlihat kalau ke Vietnam atau Thailand bisa lebih murah daripada ke Raja Ampat kalau kamu pintar cari promo. Bahkan ke Jepang pun bisa ditekan jadi di bawah Rp 25 juta kalau pakai low-cost carrier dan hostel.
Berikut beberapa contoh foto traveler Indonesia yang berhasil liburan hemat ke luar negeri:
Ini backpacker Indonesia di Eropa—buktinya bisa hemat tapi tetap estetik!
Dan ini momen ikonik di Paris:
Tips hemat traveling ke luar negeri yang sering aku pakai: book 4–6 bulan sebelumnya, pakai Skyscanner + Google Flights, stay di Airbnb/hostel, makan street food. Banyak traveler yang bisa ke Eropa cuma Rp 15–20 juta all-in.
Pengalaman Budaya yang Benar-Benar Beda Level
Ini alasan utama kenapa banyak orang bilang worth it traveling abroad: exposure budaya yang nggak bisa kamu dapat di dalam negeri.
Kuliner yang Benar-Benar Berbeda
Makan sushi asli di Tokyo, phở di Hanoi, atau croissant fresh di Paris—rasanya beda jauh dari versi Indonesia. Banyak traveler cerita, “Gue baru sadar ternyata ramen asli Jepang itu levelnya beda!”
Interaksi dengan Lokal
Di luar negeri, kamu dipaksa ngobrol pakai bahasa Inggris (atau bahasa lokal), belajar sopan santun baru, bahkan ikut festival unik seperti Cherry Blossom di Jepang atau Songkran di Thailand.
Arsitektur dan Sejarah
Candi Borobudur memang megah, tapi melihat Colosseum Roma atau Great Wall China memberikan perspektif sejarah dunia yang lebih luas.
Berikut contoh traveler Indonesia lagi nikmatin musim gugur di Korea:
Sensasi ini yang bikin banyak orang ketagihan traveling ke luar negeri.
Keindahan Alam: Indonesia Juara, Tapi Luar Negeri Punya Keunikan Lain
Jujur saja, Indonesia punya alam terbaik dunia. Raja Ampat, Komodo, Bali—semuanya sering masuk daftar UNESCO.
Berikut beberapa foto yang bikin takjub dengan keindahan domestik:
Piaynemo, Raja Ampat—salah satu view terbaik di dunia!
Tapi luar negeri punya keunikan lain: Aurora Borealis di Islandia, salju di Jepang, gurun di Dubai, atau fjord di Norwegia. Jadi kalau kamu sudah puas eksplor Indonesia, luar negeri jadi pelengkap yang worth it.
Logistik & Kemudahan: Mana yang Lebih Praktis?
Wisata domestik jelas menang di sini: nggak perlu visa, bahasa Indonesia, mata uang Rupiah, dan kalau ada apa-apa tinggal telepon keluarga.
Tapi traveling ke luar negeri sekarang jauh lebih mudah:
- Banyak negara ASEAN visa-free
- Visa on arrival di Turki, Jepang (e-visa), dll.
- Aplikasi seperti Google Translate + Grab/GoJek versi internasional
Berikut dokumen penting yang wajib dibawa:
Paspor, tiket, asuransi—siapkan ini, traveling luar negeri jadi lancar.
Dampak Psikologis dan Pengembangan Diri
Banyak studi menunjukkan traveling ke luar negeri meningkatkan empati, kreativitas, dan kepuasan hidup. Sebuah riset dari Cornell University menemukan bahwa pengalaman baru di luar zona nyaman meningkatkan kebahagiaan jangka panjang.
Bagi traveler Indonesia, seringkali trip ke luar negeri jadi “turning point”: lebih percaya diri, lebih terbuka, bahkan karir naik karena networking internasional.
Tren Traveling Orang Indonesia 2025–2026
Menurut laporan Google Travel & Kemenparekraf, destinasi favorit traveler Indonesia 2025–2026:
- Jepang (sakura & autumn leaves)
- Korea Selatan (K-pop & drama)
- Turki (wisata halal + sejarah)
- Vietnam & Thailand (budget-friendly)
Solo travel wanita juga naik drastis, terutama ke Korea:
FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari
Apakah traveling ke luar negeri lebih mahal daripada wisata dalam negeri? Tidak selalu. Untuk destinasi Asia Tenggara, seringkali lebih murah daripada ke Papua atau Maluku. Kuncinya cari promo dan traveling off-season.
Berapa budget minimal traveling ke luar negeri untuk pemula? Rp 10–15 juta untuk 5 hari ke Vietnam/Thailand (all-in). Ke Jepang mulai Rp 20–25 juta kalau pintar cari diskon.
Apa saja dokumen yang wajib dibawa traveling ke luar negeri? Paspor (minimal 6 bulan berlaku), tiket PP, bukti akomodasi, asuransi perjalanan, dan dana cadangan. Visa tergantung negara.
Traveling luar negeri vs domestik, mana yang lebih cocok untuk keluarga? Domestik lebih mudah dan aman untuk anak kecil. Tapi kalau anak sudah remaja, luar negeri bisa jadi pengalaman edukasi luar biasa.
Apakah worth it traveling abroad kalau budget terbatas? Sangat worth it kalau kamu pilih destinasi murah dan punya ekspektasi realistis. Banyak traveler Indonesia yang pertama kali ke luar negeri dengan budget ketat, tapi pulang dengan pengalaman tak ternilai.
Kapan waktu terbaik traveling ke luar negeri? Off-season! Misal Jepang bulan November–Desember (murah & indah), Eropa bulan September–Oktober.
Apakah wisata dalam negeri mulai kurang menarik? Tidak kurang menarik, tapi bagi yang sudah sering liburan lokal, luar negeri memberikan “refresh” yang berbeda.
Bagaimana cara hemat liburan ke luar negeri? Gunakan poin kartu kredit, book jauh-jauh hari, stay di hostel/Airbnb, makan lokal, dan hindari musim libur sekolah.
Kesimpulan: Pilih Mana yang Lebih Worth It?
Traveling ke luar negeri lebih worth it kalau kamu:
- Ingin pengalaman budaya & perspektif baru
- Sudah puas eksplor Indonesia
- Punya budget minimal Rp 12–25 juta
- Siap adaptasi dengan hal baru
Wisata dalam negeri tetap juara kalau prioritasmu: kemudahan, hemat waktu, dan keindahan alam tanpa ribet.
Yang pasti, keduanya sama-sama berharga. Yang terpenting adalah pergi—karena setiap perjalanan, mau lokal atau internasional, selalu menambah cerita hidup.
Mau mulai rencanakan trip luar negeri pertamamu? Cek promo tiket sekarang di Skyscanner atau Traveloka, dan share di kolom komentar destinasi impianmu!







