Erupsi Gunung Ibu 2026 kembali mengguncang Maluku Utara pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 10.13 WIT. Gunung api aktif di Kabupaten Halmahera Barat ini melontarkan kolom abu setinggi ratusan meter. Warga sekitar langsung waspada karena hujan abu mulai turun ke permukiman. Kejadian ini menambah daftar erupsi Gunung Ibu yang sudah mencapai puluhan kali sejak awal tahun.
Aktivitas vulkanik Gunung Ibu memang intens sepanjang Januari 2026. PVMBG mencatat status Level II (Waspada). Masyarakat tidak boleh mendekati kawah dalam radius 2 kilometer, termasuk perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah utara. Erupsi kali ini mirip dengan kejadian sebelumnya yang menyebabkan evakuasi ratusan warga. Anda perlu memahami dampak nyata dan status terkini agar siap menghadapi risiko bencana gunung api.
Artikel ini membahas kronologi erupsi 21 Januari 2026, dampak terhadap masyarakat dan lingkungan, status resmi, pengaruh pada wisata Maluku, serta langkah mitigasi. Informasi ini membantu warga Maluku Utara mengambil keputusan tepat dan tetap aman.
Kronologi Erupsi Gunung Ibu pada 21 Januari 2026
Gunung Ibu erupsi pagi hari dengan kolom abu kelabu tebal. Petugas Pos Pengamatan mencatat amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 60 detik. Abu vulkanik condong ke barat laut, menutupi beberapa desa di Halmahera Barat.
Sepekan sebelumnya, gunung ini sudah erupsi 12 kali. Total erupsi Gunung Ibu sejak 1 Januari 2026 mencapai puluhan kejadian. Seismograf mencatat ratusan gempa letusan dengan amplitudo 13-28 mm. Warga mendengar suara gemuruh dan melihat pijar lava di malam hari.
Gambar erupsi Gunung Ibu menunjukkan kolom abu vulkanik membumbung tinggi.
Dampak Langsung Erupsi terhadap Warga Maluku Utara
Hujan abu tebal mengganggu pernapasan warga. Anak-anak dan lansia rentan mengalami iritasi mata serta batuk. Jalan desa tertutup lapisan abu, menghambat kendaraan dan aktivitas harian.
BPBD Halmahera Barat mengevakuasi ratusan warga dari enam desa rawan. Mereka pindah ke posko pengungsian sementara. Stok masker dan air bersih mulai menipis. Petani kehilangan panen karena abu menutupi tanaman.
Evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi Brimob Polda Maluku Utara. Warga membawa barang penting dan hewan ternak. Namun, beberapa keluarga khawatir rumah mereka rusak akibat beban abu tebal.
Gambar evakuasi warga terdampak erupsi.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan dari Bencana Gunung Api
Pertanian terhenti sementara. Ladang cengkeh dan kelapa sawit tertutup abu, mengurangi hasil panen. Nelayan di pesisir Halmahera Barat juga terdampak karena abu masuk ke laut dan mengganggu ikan.
Lingkungan sekitar mengalami penurunan kualitas udara. Hewan liar kabur dari hutan dekat kawah. Sungai kecil tersumbat material vulkanik, meningkatkan risiko banjir lahar dingin saat hujan deras.
Ekonomi lokal melambat. Pasar tradisional sepi karena warga menghindari aktivitas luar. Pengiriman barang dari Ternate tertunda akibat jalan licin oleh abu.
Status Terkini Gunung Ibu dan Peringatan PVMBG
Status Gunung Ibu tetap Level II (Waspada) per 21 Januari 2026. PVMBG melarang aktivitas di radius 2 km dari kawah serta perluasan 3,5 km ke arah utara. Pantauan seismik menunjukkan aktivitas tinggi dengan ratusan gempa letusan harian.
Masyarakat harus siaga terhadap hujan abu dan lahar. BNPB mendorong penggunaan masker N95 dan kacamata pelindung. Update status tersedia melalui aplikasi MAGMA Indonesia secara real-time.
Gambar peta kawasan rawan bencana Gunung Ibu.
Pengaruh Erupsi terhadap Wisata Maluku Utara
Wisata Maluku Utara seperti diving di Ternate dan Pulau Morotai terkena imbas. Turis membatalkan kunjungan karena kekhawatiran abu vulkanik. Bandara Sultan Babullah mengalami penundaan penerbangan akibat visibilitas rendah.
Destinasi alam Gunung Ibu yang biasa jadi spot foto kini tertutup. Operator tur lokal kehilangan pendapatan. Namun, wisatawan bisa beralih ke pantai aman di Halmahera Timur atau Pulau Obi yang jauh dari zona bahaya.
Upaya Mitigasi dan Penanganan Bencana
Pemerintah daerah mendistribusikan masker, makanan, dan obat-obatan ke posko. Tim SAR melakukan patroli rutin di desa rawan. Masyarakat dilatih simulasi evakuasi setiap bulan.
PVMBG memperkuat sensor pemantauan. Kerja sama dengan BNPB memastikan jalur evakuasi bersih. Warga diminta melapor jika melihat tanda-tanda peningkatan aktivitas.
Gambar hujan abu vulkanik menutupi jalan di Maluku Utara.
Langkah-langkah Keselamatan yang Harus Anda Lakukan
Anda harus memakai masker saat keluar rumah. Tutup jendela dan bersihkan atap dari abu secara berkala. Hindari sungai saat hujan karena risiko lahar.
Siapkan tas darurat berisi dokumen, obat, dan makanan. Ikuti arahan BPBD dan jangan kembali ke zona terlarang. Pantau update resmi setiap hari.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Ibu 2026 pada 21 Januari membawa dampak nyata berupa hujan abu, evakuasi, dan gangguan ekonomi. Status tetap Waspada, tetapi warga Maluku Utara harus tetap waspada. Mitigasi dini dan kepatuhan aturan menyelamatkan nyawa. Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar atau bagikan artikel ini ke tetangga agar semua siap menghadapi bencana gunung api. Tetap aman dan pantau perkembangan terkini.
FAQ
Apa status Gunung Ibu saat ini? Status Level II (Waspada). Hindari radius 2 km dari kawah.
Bagaimana dampak hujan abu bagi kesehatan? Abu menyebabkan iritasi mata, batuk, dan gangguan pernapasan. Gunakan masker.
Apakah wisata Maluku Utara masih aman? Beberapa area aman, tetapi hindari zona dekat Gunung Ibu. Pilih destinasi alternatif.
Berapa kali Gunung Ibu erupsi di Januari 2026? Puluhan kali, termasuk erupsi 21 Januari pagi hari.
Di mana sumber informasi resmi? Kunjungi situs PVMBG atau aplikasi MAGMA Indonesia.





